The Sex Tale
BANNER 728X90

Wednesday, November 22, 2017

Sex Panas Terlarang Panas Dengan Mertua ( Cerita Erotis )

3:53 AM
Sex Panas Terlarang Panas Dengan Mertua ( Cerita Erotis )



 Sudah dua tahun ini aku menikah dengan Nina, dia seorang model iklan dan enam bulan lalu, dia menjadi seorang bintang sinetron, sementara aku sendiri adalah seorang wiraswasta di bidang pompa bensin. Usiaku kini 32 tahun, sedangkan Nina usia 21 tahun.

Nina seorang yang cantik dengan kulit yang putih bersih mungkin karena keturunan dari ibunya. Aku pun bangga mempunyai istri secantik dia. Ibunya Nina, mertuaku, sebut saja Mama Leni, orangnya pun cantik walau usianya sudah 39-tahun.

Mama Leni merupakan istri ketiga dari seorang pejabat negara ini, karena istri ketiga jadi suaminya jarang ada di rumah, paling-paling sebulan sekali. Sehingga Mama Leni bersibuk diri dengan berjualan berlian.

Aku tinggal bersama istriku di rumah ibunya, walau aku sndiri punya rumah tapi karena menurut istriku, ibunya sering kesepian maka aku tinggal di “Pondok Mertua Indah”.

Aku yang sibuk sekali dengan bisnisku, sementara Mama Leni juga sibuk, kami jadi kurang banyak berkomunikasi tapi sejak istriku jadi bintang sinetron 6 bulan lalu, aku dan Mama Leni jadi semakin akrab malahan kami sekarang sering melakukan hubungan suami istri. Inilah awal hubungan itu terjadi..

Sejak istriku sibuk syuting sinetron, dia banyak pergi keluar kota, otomatis aku dan mertuaku sering berdua di rumah, karena memang kami tidak punya pembantu. Tiga bulan lalu, ketika istriku pergi ke Jogja, setelah kuantar istriku ke stasiun kereta api, aku mampir ke rumah pribadiku dan baru kembali ke rumah mertuaku kira-kira jam 11.00 malam. Ketika aku masuk ke rumah aku terkaget, rupanya mertuaku belum tidur. Dia sedang menonton TV di ruang keluarga.

“Eh, Mama.. belum tidur..”
“Belum, Vir.. saya takut tidur kalau di rumah belum ada orang..”
“Oh, Maaf Ma, saya tadi mampir ke rumah dulu.. jadi agak telat..”
“Nina.. pulangnya kapan?”
“Ya.. kira-kira hari Rabu, Ma.. Oh.. sudah malam Ma, saya tidur dulu..”
“Ok.. Vir, selamat tidur..”

Kutinggal Mama Leni yang masih nonton TV, aku masuk ke kamarku, lalu tidur. Keesokannya, Sabtu Pagi ketika aku terbangun dan menuju ke kamar makan kulihat Mama Leni sudah mempersiapkan sarapan yang rupanya nasi goreng, makanan favoritku.

“Selamat Pagi, Vir..”
“Pagi.. Ma, wah Mama tau aja masakan kesukaan saya.”
“Kamu hari ini mau kemana Vir?”
“Tidak kemana-mana, Ma.. paling cuci mobil..”
“Bisa antar Mama, Mama mau antar pesanan berlian.”
“Ok.. Ma..”

Hari itu aku menemani Mama pergi antar pesanan dimana kami pergi dari jam 09.00 sampai jam 07.00 malam. Selama perjalanan, Mama menceritakan bahwa dia merasa kesepian sejak Nina makin sibuk dengan dirinya sendiri dimana suaminya pun jarang datang, untungnya ada diriku walaupun baru malam bisa berjumpa. Sejak itulah aku jadi akrab dengan Mama Leni. Cerita selingkuh dengan mertua.

Sampai di rumah setelah berpergian seharian dan setelah mandi, aku dan Mama nonton TV bersama-sama, dia mengenakan baju tidur modelnya baju handuk sedangkan aku hanya mengenakan kaus dan celana pendek. Tiba-tiba Mama menyuruhku untuk memijat dirinya.

“Vir, kamu capek nggak, tolong pijatin leher Mama yach.. habis pegal banget nih..”
“Dimana Ma?”
“Sini.. Leher dan punggung Mama..”

Aku lalu berdiri sementara Mama Leni duduk di sofa, aku mulai memijat lehernya, pada awalnya perasaanku biasa tapi lama-lama aku terangsang juga ketika kulit lehernya yang putih bersih dan mulus kupijat dengan lembut terutama ketika kerah baju tidurnya diturunkan makin ke bawah dimana rupanya Mama Leni tidak mengenakan BH dan payudaranya yang cukup menantang terintip dari punggungnya olehku dan juga wangi tubuhnya yang sangat menusuk hidungku.

“Maaf, Ma.. punggung Mama juga dipijat..”
“Iya.. di situ juga pegal..”

Dengan rasa sungkan tanganku makin merasuk ke punggungnya sehingga nafasku mengenai lehernya yang putih, bersih dan mulus serta berbulu halus. Tiba-tiba Mama berpaling ke arahku dan mencium bibirku dengan bibirnya yang mungil nan lembut, rupanya Mama Leni juga sudah mulai terangsang.

“Vir, Mama kesepian.. Mama membutuhkanmu..” Aku tidak menjawab karena Mama memasukkan lidahnya ke mulutku dan lidah kami bertautan. Tanganku yang ada di punggungnya ditarik ke arah payudaranya sehingga putingnya dan payudaranya yang kenyal tersentuh tanganku. Cerita selingkuh dengan mertua.

Hal ini membuatku semakin terangsang, dan aku lalu merubah posisiku, dari belakang sofa, aku sekarang berhadapan dengan Mama Leni yang telah meloloskan bajunya sehingga payudaranya terlihat jelas olehku. Aku tertegun, rupanya tubuh Mama Leni lebih bagus dari milik anaknya sendiri, istriku. Aku baru pertama kali ini melihat tubuh ibu mertuaku yang toples.

“Vir, koq bengong, khan Mama sudah bilang, Mama kesepian..”
“iya.. iya.. iya Mah,”

Ditariknya tanganku sehingga aku terjatuh di atas tubuhnya, lalu bibirku dikecupnya kembali. Aku yang terangsang membalasnya dengan memasukkan lidahku ke mulutnya. Lidahku disedot di dalam mulutnya. Tanganku mulai bergerilya pada payudaranya.

Payudaranya yang berukuran 36B sudah kuremas-remas, putingnya kupelintir yang membuat Mama Leni menggoyangkan tubuhnya karena keenakan. Tangannya yang mungil memegang batangku yang masih ada di balilk celana pendekku. Cerita selingkuh dengan mertua.

Diusap-usapnya hingga batangku mulai mengeras dan celana pendekku mulai diturunkan sedikit, setelah itu tangannya mulai mengorek di balik celana dalamku sehingga tersentuhlah kepala batangku dengan tangannya yang lembut yang membuatku gelisah.

Keringat kami mulai bercucuran, payudaranya sudah tidak terpegang lagi tanganku tapi mulutku sudah mulai menari-nari di payudaranya, putingnya kugigit, kuhisap dan kukenyot sehingga Mama MLeni ona kelojotan, sementara batangku sudah dikocok oleh tangannya sehingga makin mengeras.

Tanganku mulai meraba-raba celana dalamnya, dari sela-sela celana dan pahanya yang putih mulus kuraba vaginanya yang berbulu lebat. Sesekali kumasuki jariku pada liang vaginanya yang membuat dirinya makin mengelinjang dan makin mempercepat kocokan tangannya pada batangku.

Hampir 10 menit lamanya setelah vaginanya telah basah oleh cairan yang keluar dengan berbau harum, kulepaskan tanganku dari vaginanya dan Mama Leni melepaskan tangannya dari batangku yang sudah keras. Mama Leni lalu berdiri di hadapanku, Cerita selingkuh dengan mertua.

dilepaskannya baju tidurnya dan celana dalamnya sehingga aku melihatnya dengan jelas tubuh Mama Leni yang bugil dimana tubuhnya sangat indah dengan tubuh tinggi 167 cm, payudara berukuran 36B dan vagina yang berbentuk huruf V dengan berbulu lebat, membuatku menahan ludah ketika memandanginya.

“Vir, ayo.. puasin Mama..”
“Ma.. tubuh Mama bagus sekali, lebih bagus dari tubuhnya Nina..”
“Ah.. masa sih..”
“Iya, Ma.. kalau tau dari 2 tahun lalu, mungkin Mamalah yang saya nikahi..”
“Ah.. kamu bisa aja..”
“Iya.. Ma.. bener deh..”

“Iya sekarang.. puasin Mama dulu.. yang penting khan kamu bisa menikmati Mama sekarang..”

“Kalau Mama bisa memuaskan saya, saya akan kawini Mama..”

Mama lalu duduk lagi, celana dalamku diturunkan sehingga batangku sudah dalam genggamannya, walau tidak terpegang semua karena batangku yang besar tapi tangannya yang lembut sangat mengasyikan.

“Vir, batangmu besar sekali, pasti Nina puas yach.”
“Ah.. nggak. Nina.. biasa aja Ma..”
“Ya.. kalau gitu kamu harus puasin Mama yach..”
“Ok.. Mah..”

Mulut mungil Mama Leni sudah menyentuh kepala batangku, dijilatnya dengan lembut, rasa lidahnya membuat diriku kelojotan, kepalanya kuusap dengan lembut. Batangku mulai dijilatnya sampai biji pelirku, Mama Leni mencoba memasukkan batangku yang besar ke dalam mulutnya yang mungil tapi tidak bisa, akhirnya hanya bisa masuk kepala batangku saja dalam mulutnya.




Hal ini pun sudah membuatku kelojotan, saking nikmatnya lidah Mama Leni menyentuh batangku dengan lembut. Hampir 15 menit lamanya batangku dihisap membuatnya agak basah oleh ludah Mama Leni yang sudah tampak kelelahan menjilat batangku dan membuatku semakin mengguncang keenakan.

Setelah itu Mama Leni duduk di Sofa dan sekarang aku yang jongkok di hadapannya. Kedua kakinya kuangkat dan kuletakkan di bahuku. Vagina Mama Leni terpampang di hadapanku dengan jarak sekitar 50 cm dari wajahku, tapi bau harum menyegarkan vaginanya menusuk hidungku. Cerita selingkuh dengan mertua.

“Ma, Vagina Mama wangi sekali, pasti rasanya enak sekali yach.”
“Ah, masa sih Vir, wangi mana dibanding punya Nina dari punya Mama.”
“Jelas lebih wangi punya mama dong..”
“Aaakkhh..”

Vagina Mama Leni telah kusentuh dengan lidahku. Kujilat lembut liang vagina Mama Leni, vagina Mama Leni rasanya sangat menyegarkan dan manis membuatku makin menjadi-jadi memberi jilatan pada vaginanya.

“Ma, vagina.. Mama sedap sekali.. rasanya segar..”
“Iyaah.. Vir, terus.. Vir.. Mama baru kali ini vaginanya dijilatin.. ohh.. terus.. sayang..”

Vagina itu makin kutusuk dengan lidahku dan sampai juga pada klitorisnya yang rasanya juga sangat legit dan menyegarkan. Lidahku kuputar dalam vaginanya, biji klitorisnya kujepit di lidahku lalu kuhisap sarinya yang membuat Mama Leni menjerit keenakan dan tubuhnya menggelepar ke kanan ke kiri di atas sofa seperti cacing kepanasan. “Ahh.. ahh.. oghh oghh.. awww.. argh.. arghh.. lidahmu Vir.. agh, eena.. enakkhh.. aahh.. trus.. trus..”

Klitoris Mama Leni yang manis sudah habis kusedot sampai berulang-ulang, tubuh Mama Leni sampai terpelintir di atas sofa, hal itu kulakukan hampir 30 menit dan dari vaginanya sudah mengeluarkan cairan putih bening kental dan rasanya manis juga, cairan itupun dengan cepat kuhisap dan kujilat sampai habis sehingga tidak ada sisa baik di vaginanya maupun paha mama Leni. Cerita selingkuh dengan mertua.

“Ahg.. agh.. Vir.. argh.. akh.. akhu.. keluar.. nih.. ka.. kamu.. hebat dech..”

Mama Leni langsung ambruk di atas sofa dengan lemas tak berdaya, sementara aku yang merasa segar setelah menelan cairan vagina Mama Leni, langsung berdiri dan dengan cepat kutempelkan batang kemaluanku yang dari 30 menit lalu sudah tegang dan keras tepat pada liang vagina Mama Leni yang sudah kering dari cairan. Mama Leni melebarkan kakinya sehingga memudahkanku menekan batangku ke dalam vaginanya, tapi yang aku rasakan liang vagina Mama Leni terasa sempit, aku pun keheranan.

“Ma.. vagina Mama koq sempit yach.. kayak vagina anak gadis.”
“Kenapa memangnya Vir, nggak enak yach..”

“Justru itu Ma, Mama punya sempit kayak punya gadis. Saya senang Ma, karena vagina Nina sudah agak lebar, Mama hebat, pasti Mama rawat yach?”

“Iya, sayang.. walau Mama jarang ditusuk, vaginanya harus Mama rawat sebaik-baiknya, toh kamu juga yang nusuk..”

“Iya Ma, saya senang bisa menusukkan batang saya ke vagina Mama yang sedaap ini..”
“Akhh.. batangmu besar sekali..”

Vagina Mama Leni sudah terterobos juga oleh batang kemaluanku yang diameternya 4 cm dan panjangnya 18 cm, setelah 6 kali kuberikan tekanan. Pinggulku kugerakan maju-mundur menekan vagina Mama Leni yang sudah tertusuk oleh batangku,

Mama Leni hanya bisa menahan rasa sakit yang enak dengan memejamkan mata dan melenguh kenikmatan, badannya digoyangkan membuatku semakin semangat menggenjotnya hingga sampai semua batangku masuk ke vaginanya. Cerita selingkuh dengan mertua.

“Vir .. nggehh.. ngghh.. batangmu menusuk sampai ke perut.. nich.. agghh.. agghh.. aahh.. eenaakkhh..” Aku pun merasa keheranan karena pada saat masukkan batangku ke vaginanya Mama Leni terasa sempit, tapi sekarang bisa sampai tembus ke perutnya. Payudara Mama Leni yang ranum dan terbungkus kulit yang putih bersih dihiasi puting kecil kemerahan sudah kuterkam dengan mulutku.

Payudara itu sudah kuhisap, kujilat, kugigit dan kukenyot sampai putingnya mengeras seperti batu kerikil dan Mama Leni belingsatan, tangannya membekap kepalaku di payudaranya sedangkan vaginanya terhujam keras oleh batangku selama hampir 1 jam lamanya yang tiba-tiba Mama Leni berteriak dengan lenguhan karena cairan telah keluar dari vaginanya membasahi batangku yang masih di dalam vaginanya, saking banyaknya cairan itu sampai membasahi pahanya dan pahaku hingga berasa lengket.

“Arrgghh.. argghh.. aakkhh.. Mama.. keluar nich Vir .. kamu belum yach..?” Aku tidak menjawab karena tubuhnya kuputar dari posisi terlentang dan sekarang posisi menungging dimana batangku masih tertancap dengan kerasnya di dalam vagina Mama Leni, sedangkan dia sudah lemas tak berdaya.

Kuhujam vagina Mama Leni berkali-kali sementara Mama Leni yang sudah lemas seakan tidak bergerak menerima hujaman batangku, Payudaranya kutangkap dari belakang dan kuremas-remas, punggungnya kujilat.

Hal ini kulakukan sampai 1 jam kemudian di saat Mama Leni meledak lagi mengeluarkan cairan untuk yang kedua kalinya, sedangkan aku mencapai puncak juga dimana cairanku kubuang dalam vagina Mama Leni hingga banjir ke kain sofa saking banyaknya cairanku yang keluar. Cerita selingkuh dengan mertua.




“Akhh.. akh.. Ma, Vagina Mama luar biasa sekali..” Aku pun ambruk setelah hampir 2,5 jam merasakan nikmatnya vagina mertuaku, yang memang nikmat, meniban tubuh Mama Leni yang sudah lemas lebih dulu.

Aku dan Mama terbangun sekitar jam 12.30 malam dan kami pindah tidur ke kamar Mama Leni, setelah terbaring di sebelah Mama dimana kami masih sama-sama bugil karena baju kami ada di sofa, Mama Leni memelukku dan mencium pipiku.

“Vir, Mama benar-benar puas dech, Mama pingin kapan-kapan coba lagi batangmu yach, boleh khan..”

“Boleh Ma, saya pun juga puas bisa mencoba vagina Mama dan sekarangpun yang saya inginkan setiap malam bisa tidur sama Mama jika Nina nggak pulang.”

“Iya, Vir.. kamu mau ngeloni Mama kalau Nina pergi?”
“Iya Ma, vagina Mama nikmat sih.”
“Air manimu hangat sekali Vir, berasa dech waktu masuk di dalam vagina Mama.”
“Kita Main lagi Ma..?”
“Iya boleh..”

Kami pun bermain dalam nafsu birahi lagi di tempat tidur Mama hingga menjelang ayam berkokok baru kami tidur. Mulai hari itu aku selalu tidur di kamar Mama jika istriku ada syuting di luar kota dan ini berlangsung sampai sekarang.



Read More

Sunday, October 22, 2017

5 Editan Foto Nyeleneh Selebriti Ini Bikin Ngakak!

5:59 AM
5 Editan Foto Nyeleneh Selebriti Ini Bikin Ngakak!


Kebanyakan orang ketika bertemu dengan selebriti atau publik figur pasti akan meminta foto bersama. Tapi keinginan seperti itu tidaklah bisa didapatkan oleh semua orang. Namun tak perlu patah semangat seorang pria bernama Average Rob membuat foto editan bareng selebriti-selebriti terkenal. Lalu, Average Rob memamerkan beberapa hasil editannya di Instagram.

Cowok ini seringkali mengedit foto para selebriti atau publik figur dengan menyelipkan foto dirinya. Hasil fotonya pun terlihat seperti sungguhan. Karya Average digemari oleh banyak orang, nggak heran kalau Instagram miliknya kini telah memiliki 213 ribu follower.

Berbagai pose Average di foto editannya ini lucu-lucu. Beberapa foto yang dipilih cowok asal Belgia ini adalah momen ketika selebriti hamil atau sedang bersama sang anak. Hasil editannya begitu natural dan bikin tersenyum saat melihatnya. Nggak percaya? Ini 5 editan foto Average yang ngerecokin pemotretan seleb dihimpun dari akun Instagram pribadinya





















http://rubyqq88.blogspot.com/

Read More

Friday, September 15, 2017

Bercinta Dengan Mantan Murid (Cerita Erotis)

6:00 AM
Bercinta Dengan Mantan Murid (Cerita Erotis)


Namaku Asmiati, tinggi 160 sentimeter, berat 56 kilogram, lingkar pinggang 65 sentimeter.
Secara keseluruhan, sosokku kencang, garis tubuhku tampak bila mengenakan pakaian yang
ketat terutama pakaian senam. Aku adalah Ibu dari dua anak berusia 44 tahun dan bekerja
sebagai seorang guru disebuah SLTA di kota S.

Kata orang tahi lalat di daguku seperti Berliana Febriyanti, dan bentuk tubuhku mirip Minati
Atmanegara yang tetap kencang di usia yang semakin menua. Mungkin mereka ada benarnya,
tetapi aku memiliki payudara yang lebih besar sehingga terlihat lebih menggairahkan dibanding
artis yang kedua. Semua karunia itu kudapat dengan olahraga yang teratur.

Kira-kira 6 tahun yang lalu saat usiaku masih 38 tahun salah seorang sehabatku menitipkan
anaknya yang ingin kuliah di tempatku, karena ia teman baikku dan suamiku tidak keberatan
akhirnya aku menyetujuinya. Nama pemuda itu Randi, kulitnya kuning langsat dengan tinggi 173
cm. Badannya kurus kekar karena Randi seorang atlit karate di tempatnya. Oh ya, Randi ini
pernah menjadi muridku saat aku masih menjadi guru SD.

Randi sangat sopan dan tahu diri. Dia banyak membantu pekerjaan rumah dan sering menemani
atau mengantar kedua anakku jika ingin bepergian. Dalam waktu sebulan saja dia sudah
menyatu dengan keluargaku, bahkan suamiku sering mengajaknya main tenis bersama. Aku
juga menjadi terbiasa dengan kehadirannya, awalnya aku sangat menjaga penampilanku bila di
depannya. Aku tidak malu lagi mengenakan baju kaos ketat yang bagian dadanya agak rendah,
lagi pula Randi memperlihatkan sikap yang wajar jika aku mengenakan pakaian yang agak
menonjolkan keindahan garis tubuhku.

Sekitar 3 bulan setelah kedatangannya, suamiku mendapat tugas sekolah S-2 keluar negeri
selama 2, 5 tahun. Aku sangat berat melepasnya, karena aku bingung bagaimana menyalurkan
kebutuhan sex-ku yang masih menggebu-gebu. Walau usiaku sudah tidak muda lagi, tapi aku
rutin melakukannya dengan suamiku, paling tidak seminggu 5 kali. Mungkin itu karena olahraga
yang selalu aku jalankan, sehingga hasrat tubuhku masih seperti anak muda. Dan kini dengan
kepergiannya otomatis aku harus menahan diri.

Awalnya biasa saja, tapi setelah 2 bulan kesepian yang amat sangat menyerangku. Itu membuat
aku menjadi uring-uringan dan menjadi malas-malasan. Seperti minggu pagi itu, walau jam telah
menunjukkan angka 9. Karena kemarin kedua anakku minta diantar bermalam di rumah nenek
mereka, sehingga hari ini aku ingin tidur sepuas-puasnya. Setelah makan, aku lalu tidur-tiduran
di sofa di depan TV. Tak lama terdengar suara pintu dIbuka dari kamar Randi.
Kudengar suara langkahnya mendekatiku.

“Bu Asmi..?” Suaranya berbisik, aku diam saja. Kupejamkan mataku makin erat. Setelah
beberapa saat lengang, tiba-tiba aku tercekat ketika merasakan sesuatu di pahaku. Kuintip
melalui sudut mataku, ternyata Randi sudah berdiri di samping ranjangku, dan matanya sedang
tertuju menatap tubuhku, tangannya memegang bagian bawah gaunku, aku lupa kalau aku
sedang mengenakan baju tidur yang tipis, apa lagi tidur telentang pula. Hatiku menjadi berdebardebar
tak karuan, aku terus berpura-pura tertidur.
“Bu Asmi..?” Suara Randi terdengar keras, kukira dia ingin memastikan apakah tidurku benarbenar
nyeyak atau tidak.
Aku memutuskan untuk pura-pura tidur. Kurasakan gaun tidurku tersingkap semua sampai
keleher.



Lalu kurasakan Randi mengelus bibirku, jantungku seperti melompat, aku mencoba tetap tenang
agar pemuda itu tidak curiga. Kurasakan lagi tangan itu mengelus-elus ketiakku, karena
tanganku masuk ke dalam bantal otomatis ketiakku terlihat. Kuintip lagi, wajah pemuda itu dekat
sekali dengan wajahku, tapi aku yakin ia belum tahu kalau aku pura-pura tertidur kuatur napas
selembut mungkin.

Lalu kurasakan tangannya menelusuri leherku, bulu kudukku meremang geli, aku mencoba
bertahan, aku ingin tahu apa yang ingin dilakukannya terhadap tubuhku. Tak lama kemuadian
aku merasakan tangannya meraba buah dadaku yang masih tertutup BH berwarna hitam, mulamula
ia cuma mengelus-elus, aku tetap diam sambil menikmati elusannya, lalu aku merasakan
buah dadaku mulai diremas-remas, aku merasakan seperti ada sesuatu yang sedang bergejolak
di dalam tubuhku, aku sudah lama merindukan sentuhan laki-laki dan kekasaran seorang pria.
Aku memutuskan tetap diam sampai saatnya tiba.

Sekarang tangan Randi sedang berusaha membuka kancing BH-ku dari depan, tak lama
kemudian kurasakan tangan dingin pemuda itu meremas dan memilin puting susuku. Aku ingin
merintih nikmat tapi nanti amalah membuatnya takut, jadi kurasakan remasannya dalam diam.
Kurasakan tangannya gemetar saat memencet puting susuku, kulirik pelan, kulihat Randi
mendekatkan wajahnya ke arah buah dadaku. Lalu ia menjilat-jilat puting susuku, tubuhku ingin
menggeliat merasakan kenikmatan isapannya, aku terus bertahan. Kulirik puting susuku yang
berwarna merah tua sudah mengkilat oleh air liurnya, mulutnya terus menyedot puting susuku
disertai gigitan-gigitan kecil. Perasaanku campur aduk tidak karuan, nikmat sekali.
Tangan kanan Randi mulai menelusuri selangkanganku, lalu kurasakan jarinya meraba vaginaku
yang masih tertutup CD, aku tak tahu apakah vaginaku sudah basah apa belum. Yang jelas jarijari

Randi menekan-nekan lubang vaginaku dari luar CD, lalu kurasakan tangannya menyusup
masuk ke dalam CD-ku. Jantungku berdetak keras sekali, kurasakan kenikmatan menjalari
tubuhku. Jari-jari Randi mencoba memasuki lubang vaginaku, lalu kurasakan jarinya amblas
masuk ke dalam, wah nikmat sekali. Aku harus mengakhiri Randiwaraku, aku sudah tak tahan
lagi, kubuka mataku sambil menyentakkan tubuhku.
“Randi!! Ngapain kamu?”

Aku berusaha bangun duduk, tapi tangan Randi menekan pundakku dengan keras. Tiba-tiba
Randi mecium mulutku secepat kilat, aku berusaha memberontak dengan mengerahkan seluruh
tenagaku. Tapi Randi makin keras menekan pundakku, malah sekarang pemuda itu menindih
tubuhku, aku kesulitan bernapas ditindih tubuhnya yang besar dan kekar berotot. Kurasakan
mulutnya kembali melumat mulutku, lidahnya masuk ke dalam mulutku, tapi aku pura-pura
menolak.

“Bu.., maafkan saya. Sudah lama saya ingin merasakan ini, maafkan saya Bu… ” Randi
melepaskan ciumannya lalu memandangku dengan pandangan meminta.
“Kamu kan bisa denagan teman-teman kamu yang masih muda. Ibukan sudah tua,” Ujarku
lembut.

“Tapi saya sudah tergila-gila dengan Bu Asmi.. Saat SD saya sering mengintip BH yang Ibu
gunakan… Saya akan memuaskan Ibu sepuas-puasnya,” jawab Randi.
“Ah kamu… Ya sudah terserah kamu sajalah”
Aku pura-pura menghela napas panjang, padahal tubuhku sudah tidak tahan ingin dijamah
olehnya.




Lalu Randi melumat bibirku dan pelan-pelan aku meladeni permainan lidahnya. Kedua
tangannya meremas-remas pantatku. Untuk membuatnya semakin membara, aku minta izin ke
WC yang ada di dalam kamar tidurku. Di dalam kamar mandi, kubuka semua pakaian yang ada
di tubuhku, kupandangi badanku di cermin. Benarkah pemuda seperti Randi terangsang melihat
tubuhku ini? Perduli amat yang penting aku ingin merasakan bagaimana sich bercinta dengan
remaja yang masih panas.

Keluar dari kamar mandi, Randi persis masuk kamar. Matanya terbeliak melihat tubuh sintalku
yang tidak berpenutup sehelai benangpun.

“Body Ibu bagus banget.. ” dia memuji sembari mengecup putting susuku yang sudah mengeras
sedari tadi. Tubuhku disandarkannya di tembok depan kamar mandi. Lalu diciuminya sekujur
tubuhku, mulai dari pipi, kedua telinga, leher, hingga ke dadaku. Sepasang payudara montokku
habis diremas-remas dan diciumi. Putingku setengah digigit-gigit, digelitik-gelitik dengan ujung
lidah, juga dikenyot-kenyot dengan sangat bernafsu.

“Ibu hebat…,” desisnya.
“Apanya yang hebat..?” Tanyaku sambil mangacak-acak rambut Randi yang panjang seleher.
“Badan Ibu enggak banyak berubah dibandingkan saya SD dulu” Katanya sambil terus melumat
puting susuku. Nikmat sekali.

“Itu karena Ibu teratur olahraga” jawabku sembari meremas tonjolan kemaluannya. Dengan
bergegas kuloloskan celana hingga celana dalamnya. Mengerti kemauanku, dia lalu duduk di
pinggir ranjang dengan kedua kaki mengangkang. DIbukanya sendiri baju kaosnya, sementara
aku berlutut meraih batang penisnya, sehingga kini kami sama-sama bugil.

Agak lama aku mencumbu kemaluannya, Randi minta gantian, dia ingin mengerjai vaginaku.
“Masukin aja yuk, Ibu sudah ingin ngerasain penis kamu San!” Cegahku sambil menciumnya.
Randi tersenyum lebar. “Sudah enggak sabar ya ?” godanya.

“Kamu juga sudah enggak kuatkan sebenarnya San,” Balasku sambil mencubit perutnya yang
berotot.

Randi tersenyum lalu menarik tubuhku. Kami berpelukan, berciuman rapat sekali, bergulingguling
di atas ranjang. Ternyata Randi pintar sekali bercumbu. Birahiku naik semakin tinggi
dalam waktu yang sangat singkat. Terasa vaginaku semakin berdenyut-denyut, lendirku kian
membanjir, tidak sabar menanti terobosan batang kemaluan Randi yang besar.

Berbeda dengan suamiku, Randi nampaknya lebih sabar. Dia tidak segera memasukkan batang
penisnya, melainkan terus menciumi sekujur tubuhku. Terakhir dia membalikkan tubuhku hingga
menelungkup, lalu diciuminya kedua pahaku bagian belakang, naik ke bongkahan pantatku,
terus naik lagi hingga ke tengkuk. Birahiku menggelegak-gelegak.

Randi menyelipkan tangan kirinya ke bawah tubuhku, tubuh kami berimpitan dengan posisi aku
membelakangi Randi, lalu diremas-remasnya buah dadaku. Lidahnya terus menjilat-jilat tengkuk,
telinga, dan sesekali pipiku. Sementara itu tangan kanannya mengusap-usap vaginaku dari
belakang. Terasa jari tengahnya menyusup lembut ke dalam liang vaginaku yang basah
merekah.

“Vagina Ibu bagus, tebel, pasti enak ‘bercinta’ sama Ibu…,” dia berbisik persis di telingaku.
Suaranya sudah sangat parau, pertanda birahinya pun sama tingginya dengan aku. Aku tidak



bisa bereaksi apapun lagi. Kubiarkan saja apapun yang dilakukan Randi, hingga terasa tangan
kanannya bergerak mengangkat sebelah pahaku.

Mataku terpejam rapat, seakan tak dapat lagi membuka. Terasa nafas Randi semakin memburu,
sementara ujung lidahnya menggelitiki lubang telingaku. Tangan kirinya menggenggam dan
meremas gemas buah dadaku, sementara yang kanan mengangkat sebelah pahaku semakin
tinggi. Lalu…, terasa sebuah benda tumpul menyeruak masuk ke liang vaginaku dari arah
belakang. Oh, my God, dia telah memasukkan rudalnya…!!!

Sejenak aku tidak dapat bereaksi sama sekali, melainkan hanya menggigit bibir kuat-kuat.
Kunikmati inci demi inci batang kemaluan Randi memasuki liang vaginaku. Terasa penuh, nikmat
luar biasa.

“Oohh…,” sesaat kemudian aku mulai bereaksi tak karuan. Tubuhku langsung menggerinjalgerinjal,
sementara Randi mulai memaju mundurkan tongkat wasiatnya. Mulutku mulai merintihrintih
tak terkendali.

“Saann, penismu enaaak…!!!,” kataku setengah menjerit.
Randi tidak menjawab, melainkan terus memaju mundurkan rudalnya. Gerakannya cepat dan
kuat, bahkan cenderung kasar. Tentu saja aku semakin menjerit-jerit dibuatnya. Batang penisnya
yang besar itu seperti hendak membongkar liang vaginaku sampai ke dasar.
“Oohh…, toloongg.., gustii…!!!”

Randi malah semakin bersemangat mendengar jerit dan rintihanku. Aku semakin erotis.
“Aahh, penismu…, oohh, aarrghh…, penismuu…, oohh…!!!”

Randi terus menggecak-gecak. Tenaganya kuat sekali, apalagi dengan batang penis yang luar
biasa keras dan kaku. Walaupun kami bersetubuh dengan posisi menyamping, nampaknya
Randi sama sekali tidak kesulitan menyodokkan batang kemaluannya pada vaginaku.
Orgasmeku cepat sekali terasa akan meledak.

“Ibu mau keluar! Ibu mau keluaaar!!” aku menjerit-jerit.
“Yah, yah, yah, aku juga, aku juga! Enak banget ‘bercinta’ sama Ibu!” Randi menyodok-nyodok
semakin kencang.
“Sodok terus, Saann!!!… Yah, ooohhh, yahh, ugghh!!!”
“Teruuss…, arrgghh…, sshh…, ohh…, sodok terus penismuuu…!”
“Oh, ah, uuugghhh… ”

“Enaaak…, penis kamu enak, penis kamu sedap, yahhh, teruuusss…”
Pada detik-detik terakhir, tangan kananku meraih pantat Randi, kuremas bongkahan pantatnya,
sementara paha kananku mengangkat lurus tinggi-tinggi. Terasa vaginaku berdenyut-denyut
kencang sekali. Aku orgasme!

Sesaat aku seperti melayang, tidak ingat apa-apa kecuali nikmat yang tidak terkatakan. Mungkin
sudah ada lima tahun aku tak merasakan kenikmatan seperti ini. Randi mengecup-ngecup pipi
serta daun telingaku. Sejenak dia membiarkan aku mengatur nafas, sebelum kemudian dia
memintaku menungging. Aku baru sadar bahwa ternyata dia belum mencapai orgasme.




Kuturuti permintaan Randi. Dengan agak lunglai akibat orgasme yang luar biasa, kuatur posisi
tubuhku hingga menungging. Randi mengikuti gerakanku, batang kemaluannya yang besar dan
panjang itu tetap menancap dalam vaginaku.

Lalu perlahan terasa dia mulai mengayun pinggulnya. Ternyata dia luar biasa sabar. Dia memaju
mundurkan gerak pinggulnya satu-dua secara teratur, seakan-akan kami baru saja memulai
permainan, padahal tentu perjalanan birahinya sudah cukup tinggi tadi.
Aku menikmati gerakan maju-mundur penis Randi dengan diam. Kepalaku tertunduk, kuatur
kembali nafasku. Tidak berapa lama, vaginaku mulai terasa enak kembali. Kuangkat kepalaku,
menoleh ke belakang. Randi segera menunduk, dikecupnya pipiku.

“San.. Kamu hebat banget.. Ibu kira tadi kamu sudah hampir keluar,” kataku terus terang.
“Emangnya Ibu suka kalau aku cepet keluar?” jawabnya lembut di telingaku.
Aku tersenyum, kupalingkan mukaku lebih ke belakang. Randi mengerti, diciumnya bibirku. Lalu
dia menggenjot lebih cepat. Dia seperti mengetahui bahwa aku mulai keenakan lagi. Maka
kugoyang-goyang pinggulku perlahan, ke kiri dan ke kanan.

Randi melenguh. Diremasnya kedua bongkah pantatku, lalu gerakannya jadi lebih kuat dan
cepat. Batang kemaluannya yang luar biasa keras menghunjam-hunjam vaginaku. Aku mulai
mengerang-erang lagi.

“Oorrgghh…, aahh…, ennaak…, penismu enak bangeett… Ssann!!”
Randi tidak bersuara, melainkan menggecak-gecak semakin kuat. Tubuhku sampai terguncangguncang.
Aku menjerit-jerit. Cepat sekali, birahiku merambat naik semakin tinggi. Kurasakan
Randi pun kali ini segera akan mencapai klimaks. Maka kuimbangi gerakannya dengan
menggoyangkan pinggulku cepat-cepat. Kuputar-putar pantatku, sesekali kumajumundurkan
berlawanan dengan gerakan Randi. Pemuda itu mulai mengerang-erang pertanda dia pun
segera akan orgasme.

Tiba-tiba Randi menyuruhku berbalik. Dicabutnya penisnya dari kemaluanku. Aku berbalik cepat.
Lalu kukangkangkan kedua kakiku dengan setengah mengangkatnya. Randi langsung
menyodokkan kedua dengkulnya hingga merapat pada pahaku. Kedua kakiku menekuk
mengangkang. Randi memegang kedua kakiku di bawah lutut, lalu batang penisnya yang keras
menghunjam mulut vaginaku yang menganga.

“Aarrgghhh…!!!” aku menjerit.
“Aku hampir keluar!” Randi bergumam. Gerakannya langsung cepat dan kuat. Aku tidak bisa
bergoyang dalam posisi seperti itu, maka aku pasrah saja, menikmati gecakan-gecakan keras
batang kemaluan Randi. Kedua tanganku mencengkeram sprei kuat-kuat.
“Terus, Sayang…, teruuusss…!”desahku.
“Ooohhh, enak sekali…, aku keenakan…, enak ‘bercinta’ sama Ibu!” Erang Randi
“Ibu juga, Ibu juga, vagina Ibu keenakaan…!” Balasku.
“Aku sudah hampir keluar, Buu…, vagina Ibu enak bangeet… ”
“Ibu juga mau keluar lagi, tahan dulu! Teruss…, yaah, aku juga mau keluarr!”
“Ah, oh, uughhh, aku enggak tahan, aku enggak tahan, aku mau keluaaar…!”

“Yaahh teruuss, sodok teruss!!! Ibu enak enak, Ibu enak, Saann…, aku mau keluar, aku mau
keluar, vaginaku keenakan, aku keenakan ‘bercinta’ sama kamu…, yaahh…, teruss…,
aarrgghh…, ssshhh…, uughhh…, aarrrghh!!!”
Tubuhku mengejang sesaat sementara otot vaginaku terasa berdenyut-denyut kencang. Aku
menjerit panjang, tak kuasa menahan nikmatnya orgasme. Pada saat bersamaan, Randi
menekan kuat-kuat, menghunjamkan batang kemaluannya dalam-dalam di liang vaginaku.
“Oohhh…!!!” dia pun menjerit, sementara terasa kemaluannya menyembur-nyemburkan cairan
mani di dalam vaginaku. Nikmatnya tak terkatakan, indah sekali mencapai orgasme dalam waktu
persis bersamaan seperti itu.

Lalu tubuh kami sama-sama melunglai, tetapi kemaluan kami masih terus bertautan. Randi
memelukku mesra sekali. Sejenak kami sama-sama sIbuk mengatur nafas.
“Enak banget,” bisik Randi beberapa saat kemudian.
“Hmmm…” Aku menggeliat manja. Terasa batang kemaluan Randi bergerak-gerak di dalam
vaginaku.
“Vagina Ibu enak banget, bisa nyedot-nyedot gitu…”
“Apalagi penis kamu…, gede, keras, dalemmm…”

Randi bergerak menciumi aku lagi. Kali ini diangkatnya tangan kananku, lalu kepalanya
menyusup mencium ketiakku. Aku mengikik kegelian. Randi menjilati keringat yang membasahi
ketiakku. Geli, tapi enak. Apalagi kemudian lidahnya terus menjulur-julur menjilati buah dadaku.
Randi lalu menetek seperti bayi. Aku mengikik lagi. Putingku dihisap, dijilat, digigit-gigit kecil.
Kujambaki rambut Randi karena kelakuannya itu membuat birahiku mulai menyentak-nyentak
lagi. Randi mengangkat wajahnya sedikit, tersenyum tipis, lalu berkata,

“Aku bisa enggak puas-puas ‘bercinta’ sama Ibu… Ibu juga suka kan?”
Aku tersenyum saja, dan itu sudah cukup bagi Randi sebagai jawaban. Alhasil, seharian itu kami
bersetubuh lagi. Setelah break sejenak di sore hari malamnya Randi kembali meminta jatah
dariku. Sedikitnya malam itu ada 3 ronde tambahan yang kami mainkan dengan entah berapa
kali aku mencapai orgasme. Yang jelas, keesokan paginya tubuhku benar-benar lunglai, lemas
tak bertenaga.

Hampir tidak tidur sama sekali, tapi aku tetap pergi ke sekolah. Di sekolah rasanya aku kuyu
sekali. Teman-teman banyak yang mengira aku sakit, padahal aku justru sedang happy, sehabis
bersetubuh sehari semalam dengan bekas muridku yang perkasa.


Read More

Saturday, August 26, 2017

Sex Sedarah, Malam Terindah Bersama Mama

10:35 PM
Sex Sedarah, Malam Terindah Bersama Mama

Awalanya aku nggak ada pikiran melakukan hal gila kepada ibu kandungku, semua bermula ketika aku nggak sengaja melihat ibuku sedang mandi, waktu itu pulang lebih cepat dari hari-hari biasanya karena guruku di sekolah ada rapat.Awalnya aku gak ada pikiran ingin melakukan hal gila kepada ibuku, semua berawal ketika aku gak sengaja melihat ibuku yg sedang mandi, waktu itu aku pulang lebih cepat dari biasanya karna guru-guru di sekolah ada rapat. mungkin karna ibuku mengira bahwa di rumah gak ada siapa-siapa jadi dia gak menutup pintu kamar mandi dgn rapat. ketika melihat pintu kamar mandi yg sedikit kebuka jadi muncul pikiran utk mengintip ibuku yg sedang mandi. tubuh ibuku yg putih mulus dan buah dada yg besar serta bokong yg montok membuat penisku menjadi tegang. karna terlalu fokus pada tubuh ibu, tanpa sengaja aku mendorong pinntu kamar yg gak tertutup rapat itu sehingga aku tersungkur masuk kedalam kamar mandi tempat ibu mandi, ibu yg lagi asik mandi pun terkejut.


“Anton, kamu ngapain??” tanya ibu dgn ekspresi bingung.
“enggak Ma, ini tadi ada tikus trus mau Anton usir” karna bingung jadi aku asal menjawab.

kemudian aku pun langsung lari ke kamar. di dalam kamar aku masih terus memikirkan tubuh ibuku yg seksi itu, aku pun coli dgn membayangkan tubuh telanjang ibu yg kulihat tadi.. beberapa jam kemudia ibu memanggilku.

“Anton… cepet turun makan dulu” teriak ibuku dari bawah..

aku pun langsung turun utk makan siang, karna tenagaku habis utk coli aku jadi sangat lapar. aku pun makan bersama ibu. ketika lagi asik menyantap makan siangku ibu melontarkan pertanyaan yg mengagetkanku.

“Anton tadi km ngapain d kamar mandi pas Mama lagi mandi ? km ngintip Mama ya?” tanya ibu padaku.






mendengar pertanyaan ibu aku pun jadi kaget dan tersedak.

“uhuk,, nggak kog Ma, tadi itu ada tikus masuk rumah gede banget terus mau Anton usir,eh Anton malah kepleset jadi masuk deh ke kamar mandi.” kataku berusaha mencari alasan.
“kamu tuh pinter cari alasan, sebernya tadi km ngintip Mama mandi kan? Hayo ngaku” tanya ibuku denga nada yg leibih keras.
“iya Anton tadi ngintip Mama lagi mandi” jawabku dgn perasaan takut.
“km nakal ya.. berani ngintip Mama mandi”
“abisnya Mama sih pintu kamar mandi gak di tutup rapat, kan jadi kelihatan Mama lagi mandi” jawabku.
“ya kan tadi Mama kira gak ada orang di rumah, lagian kamu gak seperti biasanya pulang cepet”. Kata ibuku.

“iya ini tadi guru-guru di sekolah ada rapat, jadi pulangnya cepet”
“lain kali jngan ngintip Mama lagi ya” jelas ibuku
“iya Ma, oya Ma tadi itu tubuh Mama seksi bnget” sindirku kepada ibuku.
“heh.. km ngomong apa, masih kecil udah ngomong seksi-seksi.” Balas ibuku.
“yeee Mama, aku udah 17 tahun kali Ma, udah gede” jawabku dgn cemberut.
“oohh anak Mama ternyata sekarang udah besar ya…… uadah tau yg seksi-seksi”
“hehehehe…. iya dong Ma’’

Setelah selesai makan akupun keluar karna sdh ada janji dgn temanku utk menemaninya membeli kaset DVD dan aku jg membeli satu.

Setiap malam aku selalu menyempatkan diri utk belajar ya walaupun terkadang cuma membolak balik buku aja hehehehe. Kemudian aku teringat dgn kaset DVD yg baru aku beli tadi siang. Aku mengambil bungkusan yg sejak tadi siang aku letak kan di atas meja. Aku membeli film horor, judulnya “pocong pocong srigala”.


Aku pun berfikir utk menonton bersama ibuku, “kayaknya asik nih nonton sama mama” pikirku dalam hati, kemudian aku pun pergi kekamar ibuku utk mengajaknya nonton film horor bersamaku. Sampainya di depan pintu kamar ibuku aku mendengar suara ibuku yg sedang mendesah keenakan seperti yg sering aku lihat di film-film bokep, kemudian aku mengetuk pintu kamar ibuku.

“Ma, Mama…. aku boleh masuk?” tanyaku dari luar kamar ibuku.
“sebentar Anton, Mama lagi ganti baju” jawab ibuku.


Setelah beberapa saat ibuku pun menyuruhku masuk kedalam kamarnya.

“ada apa?” tanya ibuku.
“ini, Anton baru beli film horor Ma, mau gak nonton bareng sama Anton?” jawabku
‘’iya boleh, sini nonton bareng sama Mama” jawab ibuku

Kemudian aku memasukan kaset ke DVD player yg ada di kamar biuku, setelah memasukkan kaset tersebut kemudian aku pun naik ke tempat tidur ibuku, aku duduk di saping ibu. Kami berdua asik menonton film yg sangat-sangat tdk menegangkan itu sampai tiba-tiba ada adegan yg mengejutkanku, spontan aku pun langsung memeluk ibuku dan ibuku hanya tertawa melihat aksiku itu.

“iiihh… Mama kog ketawa sih.” Kataku dgn agak kesal
“kamu lucuh sih, udah besar kok masih takut. Hehehe” jawab ibuku sambil tertawa kecil.
“Mama kan tau sendiri aku paling takut sama pocong” kataku
“ya udah, sini duduk di depan Mama, biar Mama peluk biar kamu gak takut lagi” kata mamku sambil menarik tanganku utk duduk di depanya.
“apaan sih Ma, kayak anak kecil aja” jawabku dgn sedikit kesal.
“udah gak apa-apa, kan kamu emang masih kecil. Hehehe”

Aku pun menuruti perkataan ibuku dan duduk di depannya. Dia memelukku dari belakang, pelukannya benar-benar terasa hanngat, sdh lama aku gak merasakan di peluk ibuku seperti ini. Harum tubuh ibuku, susunya yg besar seperti mengganjal d punggungku membuatku jadi memikirkan hal yg aneh-aneh di tambah ibuku hanya memakai piyama dan terlihat paha nya yg putih mulus karena tdk tertutupi piyama yg ibuku pakai.

Aku jadi tdk konsen menonton filmnya, pikiranku semuanya benar-benar telah tertuju pada sosok perempuan yg sedang memelukku, tanpa sadar tanganku mulai bergerak mengelus-elus paha ibu yg putih dan mulus itu, ibuku pun kaget, mungkin dia merasa geli kemudian menyingkirkan tanganku dari pahanya, tp tanganku tetap kembali mengelus paha ibuku.

“Anton.. kamu ngapain sih, geli tau..” kata ibuku
“paha Mama halus, jadi enak kalau di elus-elus” jawabku
 

Ibu kemudian menyingkirkan tanganku dari pahanya lagi, tapi setiap tanganku di singkirkan dari pahanya tanganku pun kembali lagi sampai akhirnya ibu membiarkan tanganku mengelus-elus pahanya yg mulus itu. Di tambah lagi ada adgn panas di film horor tersebut yg membuat pikiranku membayangkan hal-hal yg bukan-bukan. Ketika tanganku sedang asik mengelus-elus paha ibuku dan mataku fokus ke layar tv tiba tiba tangan ibuku menutupi mataku.

“anak kecil gak boleh ngelihat yg kayak gini” kata ibuku sambil menutup mataku.
“apaan sih Ma, aku kan udah besar Ma.” Jwabku sambil berusaha menyingkirkan tangan ibuku.
“kamu udah pernah ya nonton adegan kayak gitu?” tanya ibuku.
“udah dong Ma”jwabku.
“hahahahahahaha”
‘’kog Mama malah ketawa sih?” tanyaku
“gak apa-apa. Itu berarti anak Mama udah besar, udah tau yg kayak begituan” jawab ibuku sambil menunjuk adegan di film horor yg kami tonton.
“tp jangan sering-sering ya nonton film kayak gitu” lanjut ibuku.
“iya Ma. Kataku

Kami pun melanjutkan menonton film horor itu, susu ibuku yg besar yg menempel di punggungku membuat penisku semakin tegang dan ingin rasanya memegang susu ibu yg indah itu.

“Ma, susu Mama kog besar banget sih.” Kataku sedikit usil
“hahaha, kamu nih Anton bisa aja, kebanyakan nonton film begituan sih jadi pikiran km jorok” celetus ibuku sambil tertawa kecil.
“tp susu mama beneran besar, tersa banget di punggung Anton’’
“Anton mau pegang susu Mama?” tanya mamaku


Aku kaget mendengar apa yg barusan di katakan ibu kepadaku.

“beneran Ma boleh pegang?” tanyaku utk memastikan.
‘’iya boleh, kan dulu waktu kamu masih kecil sering kamu pegang”kata ibuku
“ya itu kan waktu aku masih kecil” kataku, walaupun aku sebernya gk ingat kalau pernah megang susunya ibuku waktu masih kecil, mungkin ketika aku masih bayi.
“mau pegang apa egak?” kata ibuku lagi
“i iya Ma, mau”

Aku pun menggerakan tanganku agar bisa sampai ke gunung kembar yg sangat indah itu, ketika tanganku menyentuh susu ibuku jantungku jadri berdetak kencang, susu ibuku benar-benar lembut dan kenyal enak banget rasanya ketika di pegang dan membuat penisku semakin tegang..



“Ma, eeeemmmm boleh gak aku lihat susu Mama’’pintaku


Ibuku tdk menjawab dia langsung membuka piyamanya dan membuat susu ibuku yg indah itu terlihat dgn jelas, aku pun meremas-remasnya, ibuku jg terlihat menikmatinya, aku gak nygka bakalan bisa merasakan hal yg seperti ini.
‘’Anton..”panggil ibuku

“iya Ma” jawabku sambil trus meremas-remas susu ibuku.
“kamu boleh kog nyusu sama Mama lagi kalau kamu mau” katamamu.

Aku kembali terkejut mendengar perkataan ibuku, bisa merasakan memegang susunya aja aku sdh seneng banget dan sekarang aku boleh menyusu padanya.

“beneran Ma?” tanyaku lagi
“iya sayang” kata ibukut

Tanpa pikir panjang lagi aku langsung menyusu pada ibuku, aku mengemut-emut punting susnya yg berwarna sedit merah jambu itu, aku menjilat-jilatinya. Ibuku sangat menikmati aksiku itu

“oohh… Anton… trus sayang. Trus…”
“iya Ma. Iya, susu Mama enak bnget” kataku smbil trus menjilati punting susu ibuku

Tanganku yg satunya pun sepertinya tdk sepertinya jg tdk mau diam saja, aku mengarahkan tanganku yg kiri utk sampai ke tengah-tengah selangkangan ibuku, sampai akhitnya aku menyentuh sesuatu yg lembab dan lengket, mungkin itu cairan yg keluar dari dalam Meqi ibuku.

“Anton!! “ triak ibuku
“iya Ma, maaf Ma” aku kaget sambil menyingkirkan tanganku dari Meqi ibuku.
“gak apa-apa sayang, trusin aja kalau kamu mau, gak apa-apa”
“iya Ma” aku pun meruskan aksiku memegangi Meqi ibuku
‘’ooohhh. Sssss aahhhh enak sayang. Masukin jari kamu sayang kedalam Meqi Mama”

Aku menuruti permintaan Mama dan memasukan jariku kedalam Meqinya, sambil terus menjilati punting susu ibuku.


 “Ma, boleh gak Anton cium bibir Mama” tanyaku
“boleh sayang.”kata ibu

Aku langsung mencium bibir ibuku, rasnya sungguh nikmat hangat dan lembut, lidah kami pun beradu dan air liurku dan ibuku bercampur menjadi satu, ibuku benar-benar kisser yg handal, dia menguasai permainan ciuman ini, aku pun tdk ingin kalah dan membalas keganansan ciuman ibuku dgn penuh semangat dan nafsu. Mungkin ciuman itu berlangsung sekitar 3 menit dan kemudian ibuku berhenti menciumku dan dia langsung memelukku. Pelukan ibu benar-benar tersa sangat hangat. Ibu mendekatkan bibirnya keteingaku dan berbisik kepadaku.

“sayang, kamu mau gak puasin Mama malam ini, mamaf udah gak tahan ingin di puasin malam ini, Mama ingin ngentot sama kamu sayang” kata ibuku

Mendengar bisikan ibu membuat ku semakin bernafsu dan penisku semakin tegang dan mengeras.

“iya Ma, Anton mau muasin Mama malam ini, Anton akan berikan yg terbaik utk amamh dan Mama pasti akan puas.” Jawabku.

Sesaat kemudian ibuku melepaskan pelukanya, kemudian dia membuka piyamanya. Tubuh ibu yg putih mulus dan sexi yg aku lihat tadi siang ketika ibu lagi mandi kini berada di depanku dan telihat dgn jelas betapa indahnya wanita di depan hadapanku ini. Dua buah susu yg menggantung dan Meqi tembem yg di tumbuhi bulu halus membuat nafsuku semakin menjadi-jadi. Tanpa di komandoi ibuku aku langsung menciumi Meqi ibuku, menjilati klitoris ibuku. Rasanya sangat nikmat, terasa asin dan gurih hehe.

“oohhhh. Aaahhhh enak sayang. Trusin sayang .. ooohhhhh” kata ibu sambil mendesah menikmati permainan mulutku.
“sayang kamu kog pinter banget sih, kamu udah pernah ML ya. Ohhh sssssttt ahhhh” tanya ibuku sambil mendesah dan menjambak rambutku.
“hehehe. Iya Ma” jawabku sambil nyengir.
“enak bnget sayang. Trusin sayang, masukin jari kamu sayang di kocok yg kenceng sayang” kata ibu

Aku pun menuruti perintah ibuku, ibu terlihat sangat menikmati tubuhnya bergerak-gerak karna gerakan tanganku di dalam Meqinya. Beberapa saat kemudian aku menghentikan aksiku karna aku gak mau ibu orgasme duluan sebelum aku memasukkan penisku kedalam Meqinya yg tembem itu.

“Ma, emutin penisnya Anton dong” pintaku
“iya sayang, sini Mama emutin” jawab ibuku


Kemudian aku membuka baju dan celanaku, penisku yg selama itu terkurung di balik celanaku akhirnya bisa keluar dan bebas. Aku berdiri d depan ibuku.

“penis kamu besar banget Anton, penis papah aja kalah, hehe” kata ibuku
“iya Ma, dgn penis ini Anton akan puasin Mama” balasku

Kemudian ibu langsung menjilati ujung penisku dan memasukkannya kedalam mulutku, aku baru kali ini merasakan penisku di emut oleh perempuan, ya walupun sering ML sama pacarku tp dia gak mau ngemuti penisku, rasanya sungguh nikmat,

“ahh. Enak Ma, sambil d kocok Ma penisku” kataku
“iya sayang” balas ibuku

Ibuku pun melakukan apa yg aku perintahkan. Ibu sangat pintar dalam hal menyepong penis, mungkin karna sering melakukanya dgn papah. Sekitar 4 menit ibuku mengemuti penisku yg lumayan besar ini ya walaupun gk sebesar penis orang barat. Hehe
‘’sayang masukin dong penis kamu ke Meqi Mama, Mama udah gak tahan sayang” pinta ibuku.
“iya Ma, Anton masukin”jawabku

Aku pun mundur sedikit kebelakan, posisi ibuku tidur terlentang sambil kedua kaki di buka (mengkangkang, gak tau d tempat kalian bahasanya apa). Aku mulai memainkan penisku, aku tepuk-tepukkan penisku keMeqi Mama, aku gesek gesekan penisku ke klitorinya, Mama semakin bernafsu, nafasnya semngakin terengah-engah.

“sayang cepetan di masukin, jngan buat Mama menunggu lama sayang” kata ibuku

Aku pun memasukkan penisku ke Meqi ibuku, walaupun ibu berumur 38 tahun tp Meqinya masih sempit, mungkin karna ibu sering melakukan perawatan terhadap Meqi nya, setelah berusaha sedikit keras akhirnya penisku pun bisa masuk kedalam Meqi , ibuku, rasa hangat yg menyelimuti kontoku, rasa basah becek yg aku rasakan ketika penisku masuk kedalam Meqi ibu membuatku semakin bernafsu, sambil menggenjot ibuku, akupun meremas-remas kedua buah susu ibu yg sangat besar itu,

“ahhhh.. ssssss ohhhhhh enak bnget sayang, trus genjot yg kenceng sayang, yg kenceng ahhhh. “ desahan yg sangat erotis membuatku semakin bersemangat.

PLOK PLOK PLOK PLOK. Begitulah kira kira suara ketika penisku beradu dgn Meqi ibu.

“Ma enak gak Ma, nikmat gak Ma, mamaf puas gak?”tanya ku sambil terus menggenjot Meqi ibu.
“aaaahhh,, iya sayang, enak banget, nikmat banget, puasin Mama trus sayang. Ahhhh oohhh ssssstt aahhh..” kata ibuku sambil tak henti-hentinya mendesah.
“iya Ma, malam ini akan menjadi malam terindah utk Mama, Anton akan puasin Mama sampai maksimal” kataku

Setelah beberapa menit aku menggenjot dan mulai kluar kringan d tubuhku dan tubuh ibuku, aku pun berhenti dan meminta ibu utk bertukan posisi. Kali ini aku minta posis WOT.

“Ma capek nih, tukar posisi dong, Mama diatas ya, gantian Mama yg genjot”kataku
“iya sayang.”kata ibu

Kemudian ibu bangun dari tidur terlentangnya dan aku yg gantian tidur terlentang. Ibu mulai menaikiku dan memasukkan penisku kedalah Meqinya.

“aahhhh.. sayaaaanggg…” desah ibuku sambil nenggenjot.
“enak Ma, terusin Ma. Enak” kataku
Mama sangat bersemangat, dia menggenjot penisku dgn penuh nafsu.
“enak sekali sayang, aaahhhhh ohhhhhhhh. Kamu bner-bener pinter muasin Mama sayang”kata ibu sambil trus menggenjot dan mendesah.
“iya dong Ma, kan Anton udah janji akan muasin Mama malam ini”


Sdh sekitar 16 menit kami ML dan kamu belum jg mencapai puncak, ternyata ibuku jg tahan berlama-lama. Mungkin dia tdk ingin mengakhiri kesenangan dan kenikmatan ini dgn cepat begitupun aku, aku berusah utk tetap tahan dan tdk keluar duluan, karna aku masih ingin trus menikmati Meqi ibu yg tembeh nan indah itu, sambil ibu menggenjot akupun sambil meremas-remas susunya. Karna ibu terlihat sdh capek kamipun berganti posisi seperti semula, ibu d bawah dan aku yg menggenjot. Kali ini penisku bisa masuk dgn mudah ke dalam Meqi ibu karna Meqi ibu suadah sangat basah dan ada sedikit ledir yg keluar dari dalam Meqi ibu

“sayang, genjot yg cepet sayang.aaaaaaahhhh.. trus sayang, bentar lagi Mama mau kluar” kata Mama sambil mendesah tanda bahwa dia sangat menikmati permainan ini
“iya Ma, Anton jg udah mau keluar.” Kataku
Akhirnya setelah 20 menit kami melakukan permainan ini, buku pun orgasme
“Mama keluar duluan sayang. Ahhhhhhhh ooohhhhh sssssssttttt” desahan ibu terdengar lebih keras tanda dia sdh keluar, tangannya mencengkram bantak yg ada di sampingnya denga kuat dan tubuh ibu menggeliat.

Semprotan cairan dalam Meqi Mama menerpa penisku, begitu hangat dan nikamt membuatku jg sampai ke puncak permainan

“Ma Anton mau keluar jg nih, Anton keluarin di dalam Meqi Mama ya” kataku
“iya sayang keluarin, keluarin di dalam Meqi Mama yg banyak sayang” kata ibu
“Ma aku kluar, aku kluar, ahhhhhhh”

Akhrinya spermaku menyembur keluar masuk kedalam Meqi Mama dan menembus rahimnya, rasanya nikmat sekali ketika menyemburkan sperma kedalam Meqi. ibu pun menggeliat ketika semburan spermaku menusuk di dalam Meqinya. Aku pun menarik keluar penisku dan ketika aku menarik keluar penisku mengalir sedikit lelehan spermaku yg aku keluarkan di dalam Meqi ibuku. Ibu terkapar lemas dgn nafas berat dan terengah-engah. Aku jg terkapar di samping tubuh ibu, aku mencium bibir ibu dgn lembut dan dia jg membalas ciumanku dgn lembut jg

“makasih ya sayang, Mama bener-bener puas malam ini” kata ibuku
“iya Ma, Anton jg puas banget” jawabku.

Beberapa saat kemudian aku memakai bajuku dan ibu jg memakai piyamanya kembali, tanpa sadar ternyata film horor yg kami tonton sdh berakhir, laku aku keluar dari kamar ibu sambil membawa kaset film horor yg kam tonton setenganya tadi. Sebelum sempat aku keluar kamar, ibu memanggilku.

“Anton..” panggil ibuku
“iya Ma” jawabku sambil menoleh ke arah ibu
“kejadian malam ini jangan bilang papah ya sayang.” Kata ibuku
“iya Ma, Anton janji akan jaga rahasia” kata ku
“makasih sayang, Mama puas sekali, mmuuaaacchh.” Kata mamaku sambil memberikan kiss bye

Aku hanya tersenyum dan beranjak meninggalkan kamar ibu. Sampainya di kamarku aku terdiam sejenak dan berfikir

“kenapa ibu tadi bisa ML sama aku ya” pikirku dalam hati, ah sdh lah mungkin ibu merasa kesepian karna papah slalu pulang larut malam yg penting malam inia ku puas dan menjadi malam terbaiku…



http://rubyqq88.blogspot.com/

Read More

Birahi Ibu Guru Muda

9:46 PM
Birahi Ibu Guru Muda


Sebagai siswa sebuah SMU Swasta, aku bukanlah murid yang pintar tapi juga tidak bodoh-bodoh amat. Biasa-biasa saja. Tidak bisa dibanggakan. Yang bisa aku banggakan adalah wajahku yang ganteng dengan bentuk tubuh yang atletis. Tinggi jangkung dan berat yang seimbang. Dan paling aku banggakan adalah ukuran kemaluanku yang luar biasa besarnya, panjangnya 22 cm dengan diameter 5 cm. Membuat iri teman laki-lakiku.

Namaku Doni, cukup terkenal di sekolahku. Mungkin karena aku bandel dan sering berganti-ganti cewek. Banyak teman sekolahku yang pernah aku tiduri. Mereka tergila-gila setelah menikmati kontolku yang luar biasa dan tahan lama kalau bersetubuh.

Sore itu, setelah semua pelajaran selesai aku bergegas pulang kerumah. Semua buku-buku sudah kumasukkan kedalam tas. Kustart sepeda motorku menuju jalan raya. Tapi di tengah perjalanan aku baru ingat, pulpenku tertinggal di dalam kelas. Dengan tergesa-gesa aku balik lagi ke sekolahku. Setelah mengambil kembali pulpenku, aku berjalan lagi menuju parkir sepeda motorku. Untuk mencapai tempat parkir, aku harus melewati ruangan guru.

Ketika melewati ruangan guru-guru, aku mendengan suara mendesah-desah disertai rintihan-rintihan kecil. Aku penasaran dengan suara-suara itu. Aku mendekati pintu ruangan, suara-suara itu semakin keras. Aku semakin penasaran dibuatnya. Kubuka pintu ruangan, dengan berjalan mengendap-endap, aku mencari tahu darimana datangnya suara-suara itu. Begitu mendekati ruangan Bu siska, aku terkejut. Disana kulihat Bu Siska, guru bahasa Inggrisku yang telah setahun menjanda, sedang bercumbu dengan Pak Rio, guru olahragaku, dalam posisi berdiri.

Bibir mereka saling kecup. Lidah mereka saling sedot. Tangan Pak Rio meremas-remas pantat Bu Siska yang padat, sedangkan tangan Bu Siska melingkar dipinggang Pak Rio. Mereka yang sedang asik tak tahu akan kehadiranku. Aku mendekati arah mereka. Aku membungkukkan badan dan bersembunyi dibalik meja, mengintip mereka dari jarak yang sangat dekat.


Mereka menyudahi bercumbu, kemudian Pak Rio duduk dipinggir meja, kakinya menjuntai kelantai. Bu Sisca berdiri didepannya. Bu siska mendekati Pak Rio, dengan buasnya dia menarik celana panjang Pak Rio. Tak ketinggalan celana dalam Pak Rio juga diembatnya. Hingga Pak Rio setengah telanjang. Bu Siska menguru-urut kontol Pak Rio. Kontolnya yang tidak begitu besar, sedikit demi sedikit menegang. Bu Siska membungkukkan tubuhnya, hingga wajahnya pas diatas selangkangan Pak Rio. Kontol Pak Rio diciuminya.

“Isep.. sayang.. isep.. kontolku” suruh Pak Rio.
Bu Siska tersenyum mengangguk. Dia mulai menjilati kepala kontol Pak Rio. Terus turun kearah pangkalnya. Bu Siska sangat pintar memainkan lidahnya dikontol Pak Rio.
“Oohh.. enakk.. sayang.., truss.., truss”.

Pak Rio mengerang ketika Bu Siska mengulum kontolnya. Seluruh batang kontol Pak Rio masuk kemulutnya. Kontol Pak Rio maju mundur didalam mulut Bu Siska. Tangan Bu Siska mengurut-urut buah pelirnya. Pak Rio merasakan nikmat yang luar biasa. Matanya merem melek. Pantatnya diangkat-angkat. Aku sangat terangsang melihat pemandangan itu. Kuraba-raba kontolku yang menegang. Kubuka retsleting celanaku.Kukocok-kocok kontolku dengan tanganku. Birahiku memuncak. Ingin rasanya aku bergabung dengan mereka, tapi keinginan itu kutahan, menunggu saat yang tepat.

Lima belas menit berlalu, Pak Rio menarik dan menjambak kepala Bu Siska.
“Akhh.., akuu.. mauu.., ke.. keluar sayang” Pak Rio menjerit histeris.
“Keluarin aja sayang, aku ingin meminumnya” sahut Bu Siska.
Bu Siska tak mempedulikannya. Semakin cepat dikulumnya kontol Pak Rio dan tangan kanannya mengocok-ngocok pangkal kontol Pak Rio seirama kocokan mulutnya. Kontol Pak Rio berkedut-kedut, otot-ototnya menegang.

Dan crott! crott! crott! Pak Rio menumpahkan spermanya didalam mulut Bu Siska. Bu Siska meminum cairan sperma itu. Kontol Pak Rio terus dijilatinya, hingga seluruh sisa-sisa sperma Pak Rio bersih. Kontol Pak Rio kemudian mengecil didalam mulutnya.

Pak Rio yang sudah mencapai orgasme kemudian turun dari meja.
“Kamu puas sayang dengan serviceku” tanya Bu siska.
“Puas sekali, kamu pitar sayang” puji Pak Rio sambil tersenyum.
“Gantian sayang, sekarang giliranmu memberiku kepuasan” pinta Bu Siska.
Bu Siska melepaskan gaunnya, juga pakaian atasnya, hingga dia telanjang bulat. Astaga ternyata Bu Siska tak memakai apa-apa dibalik gaunnya. Aku dapat melihat dengan jelas lekuk tubuh mulusnya, putih bersih, ramping dan sexy dengan buah dada yang besar dan padat, juga bentuk memeknya yang indah dihiasi bulu-bulu yang dicukur tipis dan rapi.

Bu Siska kemudian naik keatas meja, kakinya diselonjorkan kelantai. Pak Rio mendekatinya. Memek Bu Siska diusap-usp dengan tangannya. Jari-jarinya dimasukkan, mencucuk-cucuk memek Bu Siska. Bu Siska menjerit nikmat.
“Isep sayang, isep memekku sayang” pinta Bu Siska menghiba.
Pak Rio menurunkan wajahnya mendekati selangkangan Bu Siska. Lidahnya dijulurkan kememek Bu Siska. Disibaknya bibir memek Bu Siska dengan lidahnya. Pak Rio mulai menjilati memek Bu Siska.
“Oohh.. truss.. sayang.., jilatin terus.., akhh” Bu Siska mendesah.
Pak Rio dengan lihainya memainkan lidahnya dibibir memek Bu Siska. Dihisapnya memek Bu Siska dari bagian luar kedalam. Memek Bu Siska yang merah dan basah dicucuk-cucuknya. Kelentitnya disedot-sedot dengan mulutnya.
“Oohh.., enakk.., truss.., truss.., sayang” jerit Bu Siska.


Hampir seluruh bagian memek Bu Siska dijilati Pak Rio. Tanpa sejengkalpun dilewatinya.
“Akkhh.., akuu.. mauu.. ke.. keluar.. sayang” erang Bu Siska.
Memeknya berkedut-kedut. Otot-otot memeknya menegang. Dijambaknya rambut Pak Rio, dibenamkannya keselangkangannya.
“A.. akuu.., keluarr.., sayang” Bu Siska menjerit histeris ketika mencapai orgasme. Memeknya sangat basah oleh cairan spermanya. Pak Rio menjilati memeknya hingga bersih.

“Kamu puas Sis?” tanya Pak Rio pendek.
“Belum! Entot aku sayang, aku ingin merasakan kontolmu” pinta Bu Siska.
“Maaf Sis! Aku tak bisa, aku harus pulang”.
“Nanti istriku curiga, aku pulang sore” sahut Pak Rio menolak.
“Kamu pengecut Rio! Dikasih enak aja takut!” kata Bu Siska jengkel.
Matanya meredup, memohon pada Pak Rio. Pak Rio tak mempedulikannya. Dia mengenakan celananya, kemudian berlalu meninggalkan Bu Siska yang menatapnya sambil memohon.

Ini kesempatanku! Pikirku dalam hati. Nafsu birahiku yang sudah memuncak melihat mereka saling isap, ingin disalurkan. Setelah Pak Rio berlalu, kudekati Bu Siska yang masih rebahan diatas meja. Kakinya menggantung ditepi meja. Dengan hati-hati aku berjalan mendekat. Kulepaskan baju seragamku, juga celanaku hingga aku telanjang bulat. Kontolku yang sudah menegang, mengacung dengan bebasnya. Sampai didepan selangkangan Bu siska, tanganku meraba-raba paha mulusnya. Rabaanku terus keatas kebibir memeknya. Dia melenguh. Kusibakkan bibir memeknya dengan tanganku. Kuusap-usap bulu memeknya. Kudekatkan mulutku keselangkangannya. Kujilati bibir memeknya dengan lidahku.

“Si.. siapa.., kamu” bentak Bu Siska ketika tahu memeknya kujilati.
“Tenang Bu! Saya Doni murid Ibu! Saya Ingin memberi Ibu kepuasan seperti Pak Rio” sahutku penuh nafsu.
Bu Siska tidak menyahut. Merasa mendapat angin segar. Aku semakin berani saja. Nafsu birahi Bu Siska yang belum tuntas oleh Pak Rio membuatnya menerima kehadiaranku.

Aku melanjutkan aktivitasku menjilati memek Bu Siska. Lubang memeknya kucucuk dengan lidahku. Kelentitnya kusedot-sedot.
“Oohh.., truss.. Don.., truss.. isep.. sayang” pintanya memohon.
Hampir setiap jengkal dari memek Bu siska kujilati. Bu Siska mengerang menahan nafsu birahinya. Kedua kakinya terangkat tinggi, menjepit kepalaku.

Lima belas menit berlalu aku menyudahi aktivitasku. Aku naik keatas meja. Aku berlutu diatas tubuhnya. Kontolku kuarahkan kemulutnya. Kepalanya tengadah. Mulut terbuka menyambut kehadiran kontolku yang tegang penuh.
“Wow! Gede sekali kontolmu!” katanya sedikit terkejut.
“Isep Bu! Isep kontolku!” pintaku.

Bu Siska mulai menjilati kepala kontolku, terus kepangkalnya. Pintar sekali dia memainkan lidahnya.
“Truss.. Buu.. teruss.., isepp” aku mengerang merasakan nikmat.
Bu Siska menghisap-isap kontolku. Kontolku keluar masuk didalam mulutnya yang penuh sesak.

“Akuu.. tak.., tahann.., sayang! Entot aku sayang” pintanya.
“Ya.., ya.. Buu” sahutku.
Aku turun dari meja, berdiri diantara kedua pahanya. Kugenggam kontolku, mendekati lubang memeknya. Bu Siska melebarkan kedua pahanya, menyambut kontolku. Sedikit demi sedikit kontolku memasuki lubang memeknya. Semakin lama semakin dalam. Hingga seluruhnya amblas dan terbenam. Memeknya penuh sesak oleh kontolku.
Aku mulai mengerakkan pantatku maju mundur. Klecot!Klecot! Suara kontolku ketika beradu dengan memeknya.
“Ooh.., nik.. matt.., sayang.., truss” Bu Siska mendesah.

Kuangkat kedua kakinya kebahuku. Aku dapat melihat dengan jelas kontolku yang bergerak-gerak maju mundur.
“Ooh.., Buu.., enakk.. banget.., memekmu.., hangat” desahku.


Sekitar tiga puluh menit aku menggenjotnya, kurasakan memeknya berkedut-kedut, otot-ototnya menegang.
“Akuu.., tak.. tahan.., Don, aku.. mau.. keluarr” jeritnya.
“Tahan.. Buu.., aku.. masih tegang” sahutku.
Dia bangun duduk dimeja memegang pinggangku erat-erat, mencakar punggungku.
“Akkhh.., akuu.. keluar” Bu Siska menjerit histeris.
Nafasnya memburu. Dan kurasakan memeknya sangat basah, Bu siska mencapai orgasmenya. Ibu guruku yang sudah berumur 37 tahun menggelepar merasakan nikmatnya kusetubuhi.

Aku yang masih belum keluar, tak mau rugi. Kucabut kontolku yang masih tegang. Kuarahkan kelubang anusnya. Kedua pahanya kupegang erat.
“Ja,.jangan.., Don” teriaknya ketika kepala kontolku menyentuh lubang anusnya.
Aku tak memperdulikannya. Kudorong pantatku hingga setengah batang kontolku masuk kelubang anusnya yang sempit.
“Aow! Sakitt.. cabutt.., Don.., aku.. sakitt.. jangan” teriaknya keras.
Kusodok terus hingga seluruh batang kontolku amblas. Kemudian dengan perlahan tapi pasti kugerakkan pantatku maju mundur.

Teriakan Bu Siska mengendor. Berganti dengan desahan-desahan dan rintihan kecil. Bu Siska sudah bisa menikmati sentuhan kontolku dianusnya.
“Jadi dicabut ngga Bu” candaku.
“Jangan sayang, enak banget” katanya sambil tersenyum.

Kusodok terus lubang anusnya, semakin lama semakin cepat. Bu Siska menjerit-jerit. Kata-kata kotor keluar dari mulutnya. Aku semakin mempercepat sodokanku ketika kurasakan akan mencapai orgasme.
“Buu.., akuu.. mauu.. ke.. keluarr” aku melolong panjang.
“Akhh.. akuu juga sayang” sahutnya.

Crott! Crott! Crott! Aku menumpahkan sperma yang sangat banyak dilubang anusnya. Kutarik kontolku. Kuminta dia turun dari meja untuk menjilati kontolku. Bu Siska menurutinya. Dia turun dari meja dan berlutut dihadapanku. Kontolku dikulumnya. Sisa-sisa spermaku dijilatinya sampai bersih.

“Kamu hebat Don, aku puas sekali” pujinya.
“Aku juga Bu” sahutku.
“Baru kali ini memekku dimasuki kontol yang sangat besar” katanya.
“Ibu mau khan terus menikmatinya” kataku.
“Tentu sayang” jawabnya sambil berdiri dan mengecup bibirku.

Kami beristirahat sehabis merengkuh kenikmatan. Kenikmatan selanjutnya kudapatkan dirumahnya. Bu Siska, guruku ternyata hyperseks. Dia kuat sekali ngentot. Satu malam bisa sampai empat kali. Selanjutnya Bu Siska menjadi salah satu koleksi cewek-cewek yang pernah kutiduri. Kapanpun aku mau, dia tak pernah menolaknya. Dan yang paling dia sukai adalah disodomi. Dia juga menyukai pesta seks.



http://rubyqq88.blogspot.com/


Read More

Nafsu Ketika Bekerja

9:23 PM
Nafsu Ketika Bekerja

Aku dan Lidya sudah lama sekali tak bertemu. Setelah sama-sama lepas dari pasangan masing-masing, keinginan bertemu besar sekali. Mungkin karena banyaknya kecocokan kami dahulu, dari mulai curhat sampai ML yang boleh dibilang sudah sama-sama hapal kesukaan masing-masing. Pada suatu kesempatan, kami bertemu kembali di telepon, dan langsung janjian bertemu di kantornya hari sabtu siang, yang kebetulan juga ada pekerjaan yang harus diselesaikannya


Meluncurlah aku kekantornya di sebuah building di jalan utama ibu kota. Karena hari itu hari sabtu, praktis sebagian besar kantor tutup. Demikian juga di lantai tempat kantor Lidya, hanya kantornya yang buka, itupun sudah tidak ada karyawan piket karena memang cuma setengah hari. Karenanya, Lidya sendiri yang membukakan pintu dan menyambutku dengan penuh semangat. Akupun demikian, walaupun sempat terpana sebelumnya melihat dirinya yang semakin cantik, sensual dan sexy, apalagi dengan penampilannya siang itu yang mengenakan blazer merah, rok mini ketat dan sepatu tinggi hingga menampakkan kejenjangan kakinya serta kemulusan kulitnya yang mulus, walaupun tubuhnya tetap tidak berubah, yaitu mungil dan ramping. “Aku selesai’in kerjaanku dulu ya., abis itu baru kita jalan..”, Kata Lidya sambil mengajakku ke mejanya setelah kita ngobrol-ngobrol di ruang tamu. Lidya lalu duduk di kursinya sambil menyelesaikan pekerjaan di komputernya. “Aku pijetin yah..,” Kataku sambil berdiri di belakang kursinya berbarengan dengan mampirnya kedua tanganku di pundaknya untuk memijat.

Cerita Sex Nafsu Membara Ketika Kerja – “Hmm.., enaknya.., udah lama ya kamu nggak mijet aku.., aku kangen sama tanganmu..,” katanya lagi sambil menggeliat manja. “Kangen sama bibirku juga nggak?,” bisikku kemudian yang kubarengi dengan ciumanku di kupingnya. Lidya langsung menggeliat, apalagi waktu kraag blousenya agak kusingkap dan ciumanku menjalar ke leher dan tengkuknya yang mulus. Aroma tubuhnya yang alami kurasakan lagi setelah sekian lama tak berjumpa dengannya. “Ssshh.., kamu nggak berubah yah..,” Rintih Lidya kenikmatan sambil mematikan computernya. “Kaya’nya kita nggak perlu keluar dari sini deh.., sebentar ya, aku kunci dulu pintu depannya,” katanya lagi. Agak lama Lidya mengunci pintu depan, dan waktu balik ke ruang kerjanya, mataku terbelalak melihat Lidya hanya tinggal mengenakan blazer merahnya yang terkancing seadanya tanpa apa-apa lagi di dalamnya. Tanpa bicara, Lidya langsung menggandengku menuju ruang meeting kecil yang hanya berisi meja bulat dan beberapa kursi.



“Aku kangen melihat tubuhmu,” katanya lagi. Sementara aku buka pakaianku semua, Lidya mendekatiku dan tiba-tiba melumat bibirku yang langsung kusambut dengan meneroboskan lidahku dan menari-nari di dalam mulutnya sambil kadang-kadang mengulum lidahnya. Begitu aku bugil total, Lidya meyuruhku duduk di kursi meeting, sementara dia ambil posisi berdiri dihadapanku sambil pelan-pelan membuka kancing blazernya dengan gaya erotis. Setelah itu, disingkapnya masing-masing ke samping sehingga muncullah pemandangan yang amat indah. Buah dadanya yang ranum, bulat, dan padat dengan pentilnya yang merah muda itu nampak mencuat menantang, apalagi dengan tubuhnya yang makin basah oleh keringat sehingga kulitnya yang mulus makin berkilat. Belum lagi aku terkagum-kagum melihatnya, Lidya langsung duduk dipangkuanku dengan mengangkangkan pahanya bertumpu di pegangan tangan kursiku sehingga posisi buah dadanya tepat persis di mukaku. “Udah lama kamu nggak menyantap susuku, ayo dong isep”, Goda Lidya sambil meneruskan melepas blazernya dan menaruh kedua tangannya ke atas senderan kursiku dan menyodorkan dadanya hingga kepalaku terbenam di antara dua bukitnya yang kenyal itu. Penisku mulai berdiri lagi dengan perlakuannya ini, apalagi aku bebas menghirup aroma tubunya yang bercampur antara parfum dan keringatnya itu. Muncul ideku untuk bermain-main dulu dengan menciumi lehernya yang jenjang dan terus ke belakang telinganya. Lidya menggeliat kegelian dan membuat hidung dan bibirku menjalar ke ketiaknya yang halus bersih itu, setelah sebelumnya menelusuri lengannya yang lembut. Disitu kuciumi sepuas-puasnya dan kujilat-jilat seputar ketiaknya yang merupakan salah satu kesukaannyaa juga. Kegeliannya membuat kepala Lidya menengadah kebelakang sehingga buah dadanya siap dilumat dengan mulutku yang makin liar. Kujilati mulai dari bawah buah dadanya, terus kesamping dan berlama-lama di seputar putingnya yang makin mengeras. Lidya yang nggak sabar, mendorong putingnya ke mulutku yang langsung kusambut dengan jilatan panjang, gigitan kecil dan kemotan-kemotan halus di putingnya. Tubuhnya makin menggelinjang ketika tanganku juga beraksi mengusap-usap selangkangannya yang ternyata sudah basah dari tadi. Jariku mulai menyusup ke vaginanya dan kugosok-gosok klentitnya. Tidak Cuma itu, jari-jarikupun menerobos masuk ke vaginanya yang terbuka bebas dengan gerakan maju-mundur yang makin lama makin cepat, dan .. “Aaggh..sudah dong, sudaah”, Erang Lidya yang badannya mengejang sambil mendekap erat mukaku di buah dadanya sampai aku sulit bernafas, sementara jariku merasakan hangatnya cairan dari vaginanya. Rupanya Lidya baru saja mencapai klimaksnya dengan posisi kedua pahanya yang masih mengangkang dan masing-masing bertumpu pada sandaran tangan kursiku. Tubuhnya lalu kuangkat dari kursi dan kurebahkan di meja bulat di depanku dengan posisi kedua kakinya, dari batas lutut menjuntai ke bawah, agar Lidya bisa beristirahat sebentar mengembalikan tenaganya. Sementara beristirahat, aku yang duduk kembali di kursi mengangkat kedua kakinya, melepas sepatu tingginya, dan menaruh di pangkuanku sambil kupijat lembut dari ujung kaki hingga betisnya. Kupandang sejenak kakinya yang bener-bener mulus bersih dengan jari-jari kakinya yang rapi dan tanpa kutek itu serta betisnya yang ramping berisi. Lidya menikmati sekali pijatanku, bahkan waktu kugantikan tugas tanganku dengan bibirku yang menelusuri seluruh permukaan kulit kakinya. “Aawh..sshh,..geli sayang,” Rintihnya lagi namun tetap pasrah menyerahkan kakinya untuk kuciumi dan kujilati dari mulai tumit, telapak kaki hingga jari-jari kakinya. Selain kumainkan lidahku, tak lupa kukemot satu persatu jari kakinya yang kutahu paling dia suka. Lidya menikmati sekali permainanku ini sampai posisi kedua kakinya jadi tak beraturan karena menahan geli dan nikmat. Walaupun kedua kakinya masih kuciumi, pahanya mulai terbuka sedikit, sehingga satu tanganku bisa bebas menjamah kemulusan paha dan selangkangannya. Puas dengan kakinya, kulanjutkan ciumanku ke atas menelusuri betisnya yang indah, bagian dalam lutut, dan pahanya. Sempat kukecup-kecup lembut kedua paha dalamnya sambil tanganku terus menjelajah ke vaginanya. Lidya menggelinjang, tapi tanpa sadar malah memajukan duduknya ke pinggir meja dan kedua kakinya dikangkangkan ke masing-masing ujung meja, sehingga selangkangannya makin terbuka lebar membuatku makin bernafsu. Tanpa tunggu lagi, kupindahkan mulutku ke vaginanya yang nampak basah, dan kedua tanganku menjamah buah dadanya di atas. Jilatan-jilatan dan isepan-isepanku di vagina inilah yang paling disukai Lidya. Dari menyusuri bibir vaginanya, kuarahkan kemudian lidahku ke clitorisnya dan kumainkan dengan ujung lidahku hingga Lidya mengerang hebat. Tak cuma itu, clitorisnya tak luput juga dari kuluman bibirku yang kubarengi dengan liukan lidahku yang makin liar. “Mas, kencengin lidahnya mas”, Pinta Lidya sambil tangannya tiba-tiba menekan kepalaku lebih dalam. Aku tahu maksud Lidya yang minta lidahku dikerasin seolah penis dan ditarik maju-mundur ke liang vaginanya. Lidya meronta-ronta, apalagi ketika clitorisnya kujilat berulang-ulang lalu kujulurkan lebih dalam menembus liang vaginanya bersamaan dengan makin cepatnya gerakan maju-mundur pinngul Lidya, dan “aghh”..aagh!!”


Tubuhnya melengkung dan mengejang. Kepalanya direbahkan kebelakang dan kedua pahanya dirapatkan sehingga menjepit kepalaku yang masih berada di selangkangannya sambil tangannya terus menekan kencang. Tanpa istirahat lagi, dengan cepat aku berdiri dari kursi lalu mengangkat kedua kakinya tinggi ke atas dan kutumpangkan masing-masing di pundakku, sehingga posisi penisku tepat berada di depan liang vaginanya yang persis berada di pinggir meja. “Ooowh ..,” teriak Lidya begitu penisku yang tegak keras bak meriam masuk lurus ke liang vaginanya. Langsung kugerakkan maju-mundur pinggulku yang membuat Lidya menjerit-jerit kecil karena menahan geli, setelah mencapai klimaks sebelumnya. Pinggulnya diputar-putarkan mengimbagi gerakan penisku yang makin lama makin cepat bergerak maju-mundur. Lidya makin pasrah waktu pergelangan kakinya kupegang dan kukangkangkan ke samping sambil terus menggenjot vaginanya. Baru sebentar Lidya tak tahan, dan lebih memilih melingkarkan kakinya ke pinggangku sambil terus menggoyang-goyang pinggulnya. Kesempatan ini kupergunakan dengan merapatkan badanku ke tubuhnya yang indah itu, dan dengan tak henti menggenjot vaginanya, bibir dan tanganku ikut bekerja. Tanganku meremas gundukan buah dadanya yang ranum, dan bibirku merajalela di wajah dan lehernya. Penisku menghujam makin cepat ke liang vaginanya. Kedua tanganku kemudian menahan kedua tangannya dan bibirku kuturunkan ke putingnya untuk kujilat dan kukemot habis-habisn.., sehingga ” Aaagghh..!!,” Teriak Lidya dan aku hampir bersamaan. Kedua tubuh bugil kami sama-sama menegang. Kedua kakinya kencang sekali menghimpit pinggangku, dan tangannya beralih menekan kepalaku ke buah dadanya. Kami sama-sama terdiam beberapa saat menikmati ledakan yang luar biasa. Keringat mengucur deras membasahi meja meeting itu walaupun AC terasa dingin. Kulepaskan tubuhku kemudian sambil memandangi tubuh Lidya yang indah mulus itu terlentang di atas meja. Tampangnya yang sensual itu masih tersenyum kepuasan, dan membuatku gemas. Lalu aku mulai lagi menjelajahi seluruh lekuk liku tubuhnya dengan jilatan-jilatan nakal, Lidya cuma bisa menggelinjang pasrah dan dengan manja berkata lagi, ” Coba deh kamu tiap hari ke kantorku.”



http://rubyqq88.blogspot.com/

Read More